Tolak Gratifikasi Sekarang Juga
Sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri 4 Keritang, saya merasa bertanggung jawab untuk membantu siswa/i saya mendapatkan apa yang menjadi haknya sebagai peserta didik. Hak mendapatkan layanan pendidikan yang baik, termasuk haknya untuk mendapatkan apa pun yang disediakan pemerintah (Pusat maupun daerah) yang memang diperuntukkan bagi mereka. Dalam konteks ini, ada program beasiswa dari Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir untuk memberikan beasiswa prestasi (baik akademik maupun non akademik) bagi para peserta didik yang memang layak dan memenuhi syarat untuk mendapatkannya.
Oleh karenanya tatkala ada program beasiswa untuk siswa berprestasi saya berusaha mengurusnya. Karena bagi saya, itulah tugas seorang kepala sekolah, memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan para peserta didik dan juga majelis guru dan sekolah. Dengan atau tanpa ada embel-embel apa pun, para kepala sekolah, Wajib Hukumnya untuk melakukannya. Jangan mengabaikan apa lagi mengambil keuntungan dari aktivitas ini.
Oleh karenanya, saya melalui tenaga tata usaha di sekolah melakukan persiapan pemberkasan sampai dengan pencairan dana di kantor dinas pendidikan. Bahkan saat pencairan beasiswa itu, saya mendampingi orang tua wali murid untuk pencairannya di Kantor Dinas. Supaya yang bersangkutan merasa mudah dan nyaman.
Setelah pencairan beasiswa siswa prestasi tersebut sebesar Rp. 1.300.000, mungkin sebagai bentuk terima kasih orang tua wali murid, dia memberikan uang 50.000 kepada saya. Tapi saya kembalikan lagi, karena bagi saya ini adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab saya sebagai kepala sekolah. Tapi orang tua wali murid tetap memaksa, bahkan dengan cara yang lebih "cantik", yaitu dengan memberikan uang itu kepada anak saya. Karena kalau melalui saya, maka sudah pasti saya tolak dengan keras. Sehingga yang bersangkutan menggunakan cara dan jalan lain, yang sekiranya bisa menyampaikan niat dan keinginan orang tua tersebut.
Akhirnya, karena uang itu sudah ada di tangan anak saya, saya pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena setelah pencairan beasiswa tersebut, saya pun sudah tidak pernah bertemu lagi dengan wali murid tersebut, sampai dengan sekarang.
0 Komentar